Pages

Banner 468 x 60px

 

Selasa, 21 Mei 2013

Struktur Alat Ekskresi Pada Manusia

0 komentar
Proses metabolisme tubuh menghasilkan zat-zat sampah seperti karbondioksida, amonia, urea, asam urat, atau bahkan air. Zat-zat sampah ini apabila dibiarkan menumpuk di dalam tubuh akan meracuni dan berbahaya bagi tubuh. Untuk menghindari masalah akibat zat-zat sampah ini, zat-zat tersebut harus dikeluarkan dari sel, jaringan, kemudian tubuh. Proses pengeluaran zat-zat sampah ini dari sel, jaringan, dan tubuh disebut ekskresi. Proses pengeluaran (ekskresi) ini hampir selalu melibatkan proses osmoregulasi, suatu proses untukmemelihara tekanan osmosis dalam tubuh manusia dan hewan dalam menghadapi kondisi lingkungan Bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan osmoregulasi pada setiap macam hewan adalah bervariasi.

a. Hewan sederhana (hewan berpori/porifera) bagian
tubuh yang digunakan untuk mengatur konsentrasi
cairan tubuhnya cukup dengan proses difusi dan
osmosis langsung melalui membran sel

b. Hewan bersel satu (misalnya Amoeba, Paramaecium),
bagian tubuh yang digunakan dalam osmoregulasi
adalah vakuola kontraktil melalui mekanisme difusi dan
osmosis.

c. Hewan darat, osmoregulasi terjadi melalui organ
pengeluaran (ekskresi), berupa ginjal. Dalam hal ini
ginjal berperan sebagai organ ekskresi dan
osmoregulasi.

d. Hewan vertebrata dan invertebrata air (amfibi, ikan,
serangga) fungsi osmoregulasi melalui organ khusus
seperti insang, kulit, bahkan usus.

0 komentar:

Poskan Komentar