Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 18 Mei 2013

siklus sel pada hewan

0 komentar
Sel-sel yang sedang aktif membelah melewati serangkaian kejadian yang dikenal dengan istilah siklus sel. Siklus sel secara umum dibagi menjadi: (1) interfase; dan (2) mitosis. Interfase terjadi sebelum mitosis, dan pada kebanyakan sel, mitosis akan diikuti oleh sitokinesis. Sitokinesis adalah pembelahan sitoplasma dari sebuah sel dan pemisahan kedua inti baru menuju sel-sel anak yang baru. Kebanyakan sel tumbuhan hanya mempunyai satu buah inti sel. Tetapi ada juga beberapa jenis sel yang selama perkembangannya menjadi berinti banyak (misalnya pada inti sel endosperm). Mitosis dan sitokinesis pada siklus el dikenal sebagai fase M dari siklus sel.

Interfase dapat dibagi menjadi 3 fase, yang ditandakan dengan G1, S, dan G2. Fase G1 (G adalah singkatan dari Gap) yang terjadi setelah mitosis. Fase G merupakan periode yang ditandakan dengan sel melakukan aktivitas biokimia yang intensif, di mana pada fase ini tampak sel membesar ukurannya, dan komponen-komponen sitoplasmik, berbagai organel sel, membran-membran internal bertambah jumlahnya dengan amat pesat.

Fase S (Sintesis) adalah periode terjadinya replikasi DNA. Pada saat permulaan replikasi DNA, dikatakan sel memiliki 2 set DNA (diploid), dan setelah akhir fase S, DNA menjadi berjumlah 4 set. Selama fase S, banyak histon dan protein-protein yang berasosiasi dengan DNA juga disintesis.

Setelah fase S, sel memasuki fase G2, dan berikutnya melaksanakan mitosis. Peran utama fase S adalah untuk menjamin replikasi kromosom telah selesai secara sempurna dan memungkinkan untuk memperbaiki kerusakan DNA. Mikrotubul yang membatasi antara membran plasma dan nukleus sangat berkaitan dengan lempeng pembelahan, yang juga terbentuk selama fase G2. Selama mitosis materi genetik yang telah disintesis pada fase S dibagi sama rata antara masing-masing inti baru (anak inti), menyimpan masing-masing DNA yang berpasangan (diploid). Mekanisme kontrol pembagian DNA ini sama pada semua sel eukariotik. Ada beberapa pengecekan yang dilakukan selama siklus sel berlangsung. Sel pada fase G1 melakukan beberapa pilihan. Dengan adanya stimulus yang cukup mereka dapat melanjutkan fase pembelahan sel ke fase S. Atau mereka dapat pula beristirahat selama siklus sel karena faktor-faktor lingkungan seperti dormansi, dan melanjutkan pembelahan pada beberapa waktu kemudian. Fase istirahat atau dorman yang khusus ini sering disebut sebagai fase G0. Selain itu pada siklus sel juga selain menuju diferensiasi, dapat pula sel mengorkestrasi diri menuju kematian.

Pada beberapa pengecualian dari siklus sel, yang terjadi hanyalah replikasi DNA dan fase G (Gap) tanpa adanya pemisahan inti, proses ini Endoploidi mungkin menjadi bagian dari digerensiasi dari sebuah sel tunggal, sebagaimana yang terjadi pada trikoma tumbuhan Arabidopsis atau pada jaringan dari organ-organ tertentu pada tumbuhan. Suatu hubungan positif terdapat antara volume sel dan tingkat (derajat) poliploidi pada kebanyakan sel tumbuhan, mengindikasikan bahwa poliploidi inti mungkin dibutuhkan untuk membentuk sel-sel tumbuhan yang berukuran besar.
vidio tentang sel hewan

0 komentar:

Poskan Komentar