Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 11 Mei 2013

jenis-jenis tanah di dataran tinggi dan rendah

0 komentar
Entisols merupakan tanah-tanah muda, yang belum mempunyai perkembangan profil, dengan susunan horison A-C atau A-C-R, atau A-R. Tanah ini terbentuk dari bahan aluvium, aluvium-marin, marin, dan volkan. Umumnya pada landform dataran, fluvio-marin, dan volkan. Penampang tanah bervariasi, tekstur lempung berpasir sampai pasir berlempung, dan berlapis-lapis (stratified) atau berselang seling. Adanya perbedaan tekstur berlapis-lapis tersebut menunjukkan proses pengendapan dari limpasan sungai yang berulang; sebagian mengandung kerikil di dalam penampang tanah. Warna tanah coklat tua sampai gelap, drainase buruk sampai cepat, struktur lepas sampai masif, konsistensi gembur dan keras pada kondisi kering. Reaksi tanah umumnya agak netral (pH 7), kadar C organik sangat rendah sampai sedang, kadar P2O5 dan K2O potensial sedang sampai tinggi, basa-basa dapat tukar rendah sampai tinggi dan didominasi oleh Ca dan Mg. KTK tanah rendah, tetapi kejenuhan basanya tinggi. Penggunaan lahan umumnya bervariasi.
Andisols merupakan tanah-tanah muda, yang belum/sedikit mempunyai perkembangan profil, dengan susunan horison A-C, A-C-R. Tanah ini terbentuk dari bahan abu volkan (debu, pasir, dan kerikil). Umumnya terbentuk pada landform volkanik. Penampang tanah dangkal sampai dalam, tekstur lempung berpasir sampai pasir berlempung. Warna tanah coklat tua sampai coklat tua kekuningan, drainase sedang, struktur lepas sampai masif, konsistensi gembur dan keras pada kondisi kering. Reaksi tanah umumnya netral, kadar C organik sangat rendah sampai sedang, kadar P2O5 dan K2O potensial sedang sampai tinggi, basa-basa dapat tukar rendah dan didominasi oleh Ca dan Mg. KTK tanah rendah sampai sedang, tetapi kejenuhan basanya tinggi. Umumnya Andisols di kabupaten Bima beriklim kering (ustic). Penggunaan lahan umumnya tegalan, semak, rumput, belukar, semak, dan hutan.
Inceptisols, yaitu tanah-tanah yang sudah menunjukkan adanya perkembangan profil, dengan susunan horison A-Bw-C pada lahan kering dengan drainase baik, atau susunan horison A-Bg-C pada lahan basah dengan drainase terhambat. Tanah terbentuk dari berbagai macam bahan induk, yaitu tuf volkan masam, tuf volkan intermedier (andesitik), tufa pasiran, dan granodiorit serta skis. Tanah ini mempunyai penyebaran paling luas, menempati grup landform dataran volkan, perbukitan volkan, dan dataran tektonik. Tanah dari bahan volkan intermedier berwarna coklat kemerahan, tekstur lempung berliat sampai liat, penampang dalam, dan struktur cukup baik, konsistensi gembur sampai teguh. Reaksi tanah netral, kadar C dan N organik sangat rendah sampai sedang, kadar P dan K potensial sedang sampai tinggi. Kadar basa-basa dapat tukar didominasi oleh Ca dan Mg, KTK tanah rendah, KTK liat rendah sampai tinggi, dan kejenuhan basa tinggi. Pada landform dataran volkan sifat tanah dipengaruhi oleh bahan induknya. Tanah penampang cukup dalam, berwarna coklat kekuningan sampai kemerahan, drainase baik, tekstur halus sampai agak halus, konsistensi gembur sampai teguh, dan reaksi tanah agak masam sampai masam. Sebagian besar telah diusahakan untuk lahan pertanian, seperti persawahan, tegalan dan kebun campuran. Sisanya masih berupa semak belukar dan hutan.
Mollisols tergolong tanah-tanah yang mempunyai perkembangan profil dengan susunan horison ABC dengan lapisan atas horison mollic, memperlihatkan struktur cukup kuat. Tanah berkembang dari bahan induk batuan sedimen (batugamping), menempati landform perbukitan Karst volkan dengan penyebarannya sempit. Penampang tanah cukup dalam, warna coklat kemerahan, tekstur agak halus sampai agak kasar, struktur cukup kuat gumpal bersudut, konsistensi gembur sampai teguh dan reaksi tanah netral (kejenuhan basa tinggi). Sebagian besar tanah ini digunakan untuk tegalan/ kebun, buah-buahan, kebun campuran, dan belukar hutan.
Vertisols tergolong tanah-tanah yang mempunyai perkembangan profil dengan susunan horison ABC atau AC, memperlihatkan struktur baji yang biasanya retak-retak di musim kemarau dan mengembang di musim hujan. Tanah berkembang dari bahan induk aluvium dan aluvio-koluvium dengan penyebarannya sempit. Penampang tanah cukup dalam, warna coklat kekelabuan, tekstur agak halus sampai halus, struktur cukup kuat gumpal bersudut, konsistensi gembur sampai teguh dan reaksi tanah netral (kejenuhan basa tinggi). Sebagian besar tanah ini digunakan untuk sawah tadah hujan, tegalan/kebun, buah-buahan, kebun campuran, dan belukar.

0 komentar:

Poskan Komentar