Pages

Banner 468 x 60px

 

Jumat, 08 Maret 2013

Ciri-Ciri dan penjelasan Tumbuhan Paku

0 komentar
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan kedua setelah lumut yang mempunyai tingkat adaptasi yang jauh lebih berkembang dibandingkan dengan lumut itu sendiri. Dalam hal reproduksi tumbuhan paku juga bereproduksi secara metagenesis. Yang menjadi perbedaan besar antara keduanya adalah bahwa pada tumbuhan paku ini sudah dilengkapi dengan pembuluh angkut xilem dan floem sehingga dimasukkan sebagai tumbuhan berpebuluh (Tracheophyta). Selain itu tumbuhan paku tergolong dalam tumbuhan kormofita (telah memiliki akar, batang dan daun sejati), lebih tepatnya kormofita berspora, karena dalam siklus hidupnya ia menghasilkan spora. Perbedaan lainnya dengan tumbuhan lumut yakni pada fase sporofitnya, kalau di tumbuhan lumut fase sporofit adalah fase yang singkat maka pada tumbuhan paku sendiri justru fase sporofit merupakan fase terlama dibanding dengan fase gametofit, sehingga siklus hidupnya merupakan kebalikan dari siklus hidup paku.
Ciri-Ciri Tumbuhan Paku
  1. Sudah memiliki akar, batang dan daun sejati
  2. Batangnya berpembuluh
  3. Terdiri atas dua generasi, saprofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan sel kelamin)
  4. Berdasarkan fungsinya, daun dibedakan menjadi daun tropofil (untuk fotosintesis) dan daun sporofil (untuk spora)
  5. Berdasarkan bentuknya, daun dibedakan menjadi daun mikrofil (daun kecil) dan daun makrofil (daun besar)
Menurut jenis spora yag dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi:
  • Paku homospora/isospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku Lycopodium (Paku kawat)
  • Paku heterospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yaitu spora jantan (mikrospora) dan spora betina (makrospora) misalnya Selaginella  (paku rane) dan Marsiela crenata (semanggi)
  • Paku peralihan adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama tetapi memiliki jenis kelamin yang berbeda, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda)
Reproduksi Tumbuhan Paku
Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora, ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama. Jika spora jatuh ditempat atau habitat yang mendukung atau cocok makan ia akan tumbuh menjadi protalium yang selanjutnya akan membentuk gametofit (n) yakni anteridium (penghasil sperma) dan arkegonium (penghasil ovum). Dengan perantaraan air, sperma akan bergerak menuju ovum dan terjadilah fertilisasi yang akan menghasilkan zigot (2n). Zigot akan mengalami pembelahan mitosis dan tumbuh menjadi embrio (2n) dan selanjutnya embrio akan berkembang menjadi sporofit (2n).

Klasifikasi Tumbuhan Paku
  1. Psilopsida (Paku Purba). Sesuai dengan namanya paku purba merupakan paku yang sebgaian besar hidup pada  zaman purba dan sebgaian besar telah mengalami kepunahan. Jadi saat ini hanya tersisa  beberapa spesies saja. Contohnya. Psilotum nudum
  2. Lycopsida (Paku Kawat). Biasa juga disebut pinus tanah, merupakan kormofita sejati. Sporangium tersusun membentuk strobilus yang terdapat pada ujung batang. Habitatnya di hutan-hutan tropis dan substropik sebgai epifit. Contoh Lycopodium dan Selaginella.
  3. Spenopsida (Paku Ekor Kuda). Kelompok tumbuhan paku ini pernah mencapai masa kejayaannya selama masa Karboniferus, ketika banyak spesiesnya tumbuh hingga setinggi 15 m, yang bertahan hidup dari divisi tumbuhan ini hanayalah sekitar 15 spesies dari genus tunggal yang tersebar sangat luas. Equisetum  yang paling umum ditemukan di bumi belahan utara. Contoh tumbuhan paku ini adalah Equisetum debile. Equisetum memiliki rhizoma di bawah tanah tempat batang vertikal akan muncul. Batang lurus berlubang memiliki ruas-ruas, dan lilitan daun atau batang kecil akan muncul di ruas tersebut. Pada ujung beberapa batang Equisetum terdapat struktur yang mirip kerucut, yang mengandung sporangia. Epidermis, lapisan luar sel-selnya mengandung silika yang menyebabkan tumbuhan tersebut mempunyai tekstur be rpasir. Sebelum adanya alat penggosok dari baja, orang menggunakan batang ekor kuda abrasif itu untuk menggosok pot dan kuali.
  4. Pteropsida (Paku Sejati), merupakan paku yang paling banyak disekitar kita. Jenis ini sering digunakan sebagai tanaman hias. Ciri khas dari tumbuhan paku ini adalah daun mudanya yang selalu dalam keadaan menggulung jika sedang tumbuh

0 komentar:

Poskan Komentar