Pages

Banner 468 x 60px

 

Senin, 04 Maret 2013

Cara Menentukan Temperatur Udara

0 komentar

·  Suhu adalah ukuran tingkat panas yang masuk akal (suhu diukur dengan termometer) materi, apakah itu gas (udara), cairan (air), atau padat (batu atau tanah kering).
·  Suhu udara adalah aspek intensitas energi matahari yang menyerang permukaan bumi.
· Karena jumlah energi dari matahari mencapai bumi bervariasi dari hari ke hari, dari musim ke musim, dan dari garis lintang lintang, suhu juga bervariasi.
·  Bumi secara keseluruhan menerima aliran konstan radiasi gelombang pendek energi dari matahari. Bumi juga memancarkan energi gelombang panjang ke ruang angkasa.
·  Pada siang hari, aliran gelombang pendek radiasi yang diserap melebihi panjang gelombang energi yang dipancarkan, dan meningkatkan suhu permukaan tersebut.
·  Tanpa radiasi gelombang pendek pemogokan sisi gelap bumi. Tapi, lama-gelombang energi masih dipancarkan dari permukaan. Oleh karena itu, suhu permukaan menurun

Bagaimana udara suhu diukur?
  • Termometer digunakan untuk mengukur suhu minimum dan maksimum.
  • Termometer tersebut dipasang berdampingan dan membaca setiap 24 jam pada waktu tertentu.
Termometer alkohol biasanya digunakan untuk merekam temperatur minimum 

Termometer Alkohol 
digunakan untuk menunjukkan suhu minimum harian.
Sebuah indeks logam kecil di dalam tabung kaca. Ketika suhu mencapai titik terendah, tenggelam logam indeks. Ketika suhu naik lagi, indeks logam tetap pada titik terendah dan menyimpan catatan suhu terendah. Setelah suhu yang dibaca dan dicatat, termometer-reset.

Termometer Merkurius 
digunakan untuk menunjukkan suhu tinggi. Hal ini dapat merekam suhu tertinggi dalam periode waktu. Ada penyempitan tepat di atas bohlam termometer yang menyebabkan merkuri meningkat, tetapi ketika mendingin, gravitasi tidak memungkinkan semua merkuri jatuh. Benang kecil istirahat merkuri pada penyempitan pada temperatur tertinggi yang tercatat.
         

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Suhu Udara di Berbagai Daerah
Temperatur udara adalah tingkat atau derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer yang dinyatakan dengan skala Celcius, Fahrenheit, atau skala Reamur. Perlu diketahui bahwa suhu udara antara daerah satu dengan daerah lain sangat berbeda. hal ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.

a). Sudut Datangnya Sinar Matahari
 
Sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.
 
b). Tinggi Rendahnya Tempat
 
Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama disebut Garis isotherm. Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Misal, suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut suhunya adalah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.

c). Angin dan Arus Laut
 
Angin dan arus laut mempunyai pengaruh terhadap temperatur udara. Misalnya, angin dan arus dari daerah yang dingin, akan menyebabkan daerah yang dilalui angin tersebut juga akan menjadi dingin.







d). Lamanya Penyinaran
 
Lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya. Semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi.
Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di daerah lintang rendah (6 °LU – 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar