Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 07 Februari 2013

TUNTUTAN, TANTANGAN SEORANG GURU DAN CALON GURU

0 komentar
Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam pembangunan bangsa, dimana sejarah menunjukan bahwa kunci keberhasilan pembangunan negara maju adalah tersediannya sumber daya manusia yang terdidik dalam jumlah, jenis dan tingkat yang memadai. Oleh karena itu, hampir semua bangsa menempatkan pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan nasionalnya.
Pendidikan selalu bertumpu pada suatu wawasan kesejahteraan, yakni pengalaman-pengalaman masa lampau, kenyataan dan kebutuhan mendesak masa kini, dan aspirasi serta harapan masa depan. Dalam UU-RI No. 2 Tahun 1989  Pasal 1 telah ditetapkan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang” (umar,2005).
Tantangan yang kini dihadapi oleh negara indonesia adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan?, Sementara dunia pendidikan indonesia masih dirundung masalah besar yakni; 1)mutu pendidikan yang masih rendah, 2)sistem pembelajaran diekolah-sekolah belum memadai, 3)krisis moral yang melanda bangsa indonesia, sedangkan tantangan memasuki melinium ketiga tidaklah main-main(suparmo,2002).
 Apabila dicermati, sistem pendidikan selama ini dikelola dalam suatu iklim birokratik dan sentralistik dianggap sebagai sebab yang membuahkan keterpurukan dalam mutu dan keunggulan pendidikan ditanah air(uno,2008;83).
Reformasi pendidikanpun telah dikumandangkan disegala asfek pendidikan, dikeluarkannya undang-undang nomor 22 dan nomer 25 tahun 1999 tentang ketentuan otonomi daerah (mulyasa,2005;6) dan selain itu dikeluarkannya UU sekdinas No.20 tahun 2003 tentang peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidiakan(Rosyada,2004), membawa perubahan besar dalam pendidikan. Dengan adanya kebijakan ini, Sistem  Pendidikan ordo baru yang sentralistik telah diubah menjadi pendidikan  yang desentralisasi. Sistem desentralisai mengedepankan pemberian hak otonomi kepada pemerintah daerah untuk mengatur pendidikan yang relevan didaerahnya, namun tetap berpatokan pada asas demokrasi. Untuk mendukung upaya tersebut, Manajemen berbasis sekolah   hadir sebagai paradigma baru dalam dunia pendidikan. Konsep dasar dari  MBS menuntut perubahan-perubahan tingkah laku kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi dalam mengoprasikan sekolah. Adanya MBS akan berdampak pada kinerja kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi dalam pengelolaan sekolah secara otonomi. Dengan penerapan MBS ini berpotensi meningkatkan gesekan peranan yang bersifat profesionalisme dan menajerial(mulyasa,2005;28). Guru sebagai salah satu kunci dari keberasilan pendidikan di sekolah dituntut untuk memiliki  kedua hal tersebut yakni profesional dan manajerial. Timbul pertanyaan dari adanya hal diatas “apasaja tuntutan yang musti dihadapi oleh seorang guru maupun calon guru dalam penerapan MBS” dan “Bagaimana kiat yang dilaksanakan oleh seorang guru maupun calon guru dalam menghadapi tantangan dalam penerapan MBS”

0 komentar:

Posting Komentar