Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 07 Februari 2013

Kharakteristik Matahari

0 komentar

A.Bentuk dan Ukuran Matahari
Matahari berbentuk seperti bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena pergerakan rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek (anonym; 2009). Matahari juga dikatakan memiliki diameter 14x105 km atau 109 kali diameter Bumi. Mempunyai Massa 333.400 kali massa Bumi atau 1,99x1030 kg, dan densitas matahari rata-rata 1,41 g cm-3 lebih rendah seperempat kali densitas bumi rata-rata(Tjasyono.2008;68-69)
B.  Suhu Matahari
Panas matahari pada permukaannya adalah kurang lebih 60000C. Sedangkan pada inti matahari temperatur mencapai 150 juta derajat celcius. Dari waktu ke waktu suhu matahari akan diperkirakan semakin dingin dan akhirnya mati bersama planet-planet lain termasuk bumi(anonym;2007).Menurut sumber lain suhu permukaan matahari sebesar 5.500 °C. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya yang diperkirakan tidak kurang dari 25 juta derajat Celsius, Namun disebutkan juga kalau suhu pada intinya 15 juta derajat Celsius. Ada pula yang menyebutkan temperatur di inti matahari kira kira sekitar 13.889.000 °C. Menurut JR Meyer, panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. Sedangkan menurut teori kontraksi H Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola gas. Ahli lain, Dr Bothe menyatakan bahwa panas tersebut berasal dari reaksi-reaksi termonuklir yang juga disebut reaksi hidrogen helium sintetis(Darmodjo,2004).
C.  Penyusun Matahari dan Bagian-bagaian matahari
Matahari merupakan bola gas yang terdiri dari 94% atom Hidrogen dan 5,9% atom Helium, sisanya campuran unsur-unsur karbon dan atom lainnya(suditha,2007;27).Susunan matahari  terdiri dari beberapa bagian meliputi;
Ø  Inti Matahari
Inti matahari adalah tempat berlangsungnya reaksi fusi hidrogen menjadi inti helium dan mnghasilkan reaksi yg sngat besar. Suhu inti matahari mencapai 15 juta kelvin. Atau mencapai 3,5 x 100000000 derajat celcius(Deodatus,2009)
Ø  Fotosfera(fotosfer)
Fotosfera adalah bagian permukaan matahari yang dapat dilihat sehari-hari, atau disebut juga lapisan cahaya. Suhu di bagian dalam fotosfera kira-kira 6000 kelvin(anonym ;2009). Permukaan fotosfer matahari ini  kita lihat bulat putih sangat fijar dan sinarnya menyilaukan. Fotosfer itu tidaklah rata tetapi berbintik, Bintik-bintik ini disebut  granulasi fotosfer(suditha,2007;27).
Ø  Kromosfera
Khromosfer ini hanya dapat tampak kepada kita waktu gerhana matahari yang sempurna. Waktu itu kelihatan lapisan ini sebagai tepi yang sempit, berwarna merah di pinggir bulan yang berwarna hitam(suditha,2007;27). Lapisan kromosfefera ini mengelilingi fotosfer. Kromosfera tersusun dr lapisan hydrogen. Suhu lapisan kromosfera di dekat korona mencapai 10.000 kelvin, sedangkan di lapisan luarnya kurang lebih 4000 kelvin(anonym,2009).
Ø  Korona
Lapisan ini dapat dilihat pada saat terjadi gerhana matahari berupa lingkaran putih yg mengelilingi matahari. Lapisan inipun hanya dapat kelihatan pada waktu gerhana Matahari yang sempurna saja, karena terangnya hampir serupa dengan angkasa biru disekitarnya(suditha,2007;27).Lapisan korona mengandung gas yang sangat tipis bersuhu 1 juta kelvin. Korona berwarna abuabu akibat tumbukan ion-ion pada suhu yg sangat tinggi. (anonym;2009).Menurut sumber lain ada 2 tambahan dari susunan matahari terdiri dari;
Ø  Protuberans, sekeliling khromosfer itu tampak pula kepulan-kepulan gas seperti nyala (lidah) api memencar-mencar dari matahari sampai puluhan ribu kilometer tingginya hingga masuk ke korona.
Ø  Noda-noda Matahari, sering pula kelihatan pada matahari itu bintik-bintik yang hitam. Garis menengahnya kadang-kadang sampai ratusan ribu kilometer, jadi jauh lebih besar dari bumi kita ini. (suditha,2007:37)
D. Konstanta Dan Energi Matahari
Matahari merupakan sumber energi bagi segala kehidupan di bumi. Matahari menentukan cuaca, matahari menjadi penggerak perputaran air(siklus hidrologi), matahari membantu tumbuhan dalam proses fotosistesis, dsb. Sumber energi matahari ini merupakan suatu  pembangkit tenaga termonuklir yang didalamnya terjadi proses fusi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi  menjadi helium. Banyaknya kalor yang diterima oleh setiap 1 cm persegi pada bagian atas atmosfir matahari permenit adalah 2 kalori per menit per cm persegi. Energi matahari terjadi karena adanya fusi atau penggabungan inti hidrogen membentuk inti helium serta 2 positron dan energi 24,7 MeV(anonym ;2009).
Energi yang dipancarkan oleh setiap meter persegi permukaan matahari yang sangat luas itu adalah   65.000 kilowatt. Energi sebesar ini diperoleh dari pembakaran hidrogen, yaitu masanya sendiri, sebesar 3,6 juta ton setiap detik. Proses ini  telah berlangsung selama lima milyar tahun; juga dengan laju yang sama kegiatan ini masih akan dapat dipertahankan sekurang-kurangnya selama lima milyar tahun lagi(suryono,2010).
E. Keunikan(kekasan)
Kekasan dari matahari yang paling utama adalah kemampuannya untuk mentranfer panasnya ke semua arah dari galasi bimasaksi ini yaitu disebut dengan radiasi. Radiasi adalah transfer panas dalam bentuk gelombang elekromahnetik(waryono1987;23)
Gelombang-gelombanng elektromahnetik ini merambat 300.000 km/detik, tetapi mempunyai frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda beda. Jajaran lengkap semua gelombang elektromahnetik yang berurutan menurut panjang gelombangnya atau menurut jumlah frekuensinya disebut spectrum gelombang elektromahnetik. Spektrum elektromahnetik ini dapat dibedakaan atas sinar ultraviolet, sinar cahaya, sinar intramerah(waryono.1987;11-13)
F.Jarak Matahari Ke Bumi
Matahari adalah bintang yang jaraknya paling dekat dengan bumi baik pada gugusan galaksi bima sakti maupun pada galaksi andromeda. Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi  dan bisa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km, Dibandingkan dengan bumi. Diameter  matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar  matahari menempuh masa delapan menit  untuk sampai ke Bumi. Kuatnya pancaran sinar matahari dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan sensor mata dan bias mengakibatkan kebutaan.(Darmodjo;2004).
Jarak kedudukan terdekat matahari ke bumi jaraknya adalah 147 juta km disebut Perihelium (1 januari). Sedangkat jarang paling jauh matahari ke bumi yakni kurang lebih sekitar 152 juta km disebut Aphelium (1 juli). Tentu saja saat ini belum ada orang yang menghitung secara langsung jarak matahari ke bumi karena sangat panas dan silau(anonym;2009).
G.Aktivitas Matahari
Sebagai induk tata surya, Massa matahari 99,85 % dari massa total tata surya. Dengan komposisinya yang didominasi hidrogen, reaksi nuklir fusi hidrogen menjadi unsur-unsur yang lebih berat di inti matahari adalah sumber energi utamanya. Ternyata matahari bukanlah bintang yang statis. Ada gejolak-gejolak di permukaan matahari yang kadang menguat dan kadang melemah yang dikenal sebagai aktivitas matahari. Kombinasi aktivitas radiasi dan aktivitas magnetiknya diduga berperan besar pada siklus aktivitas matahari. Mekanisme terjadinya siklus aktivitas matahari itu sampai kini terus diteliti. Belum ada teori yang mampu menjelaskan secara lengkap tentang hal tersebut.
Akibat siklus aktivitas matahari, pancaran radiasi matahari yang mencapai bumi juga bervariasi. Variasinya antara aktivitas minimum dan maksimum sekitar 0,1% - 0,5%. Analisis lebih rinci menunjukkan bahwa variasi terbesar terjadi pada gelombang pendek (sinar X dan UV) yang bervariasi antara 2 – 100 kali dan pada gelombang panjang(inframerah dan radio). Sedangkan pada cahaya tampak sedikit sekali perubahannya(Djamaluddin. 2008).

0 komentar:

Posting Komentar