Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 07 Februari 2013

Intesitas insolasi Matahari terhadap Bumi

0 komentar

Orbit bumi mengelilingi matahari adalah elip, sehingga jarak matahari-bumi berbeda. Jarak bumi-matahari minimum 147 juta km, terjadi tanggal 3 januhari(perihelium) dan maksimum 152 juta km tanggal 4 juni(aphelium). Akibatnya  radiasi matahari pada puncak atmosfer pada bulan januhari adalah sekitar  7% lebih kuat pada bulan juni, dan beda ini sama pada semua lintang dalam teori faktor ini menimbulkan belahan bumi selatan lebih panas ketika musim panas dan lebih dingin pada musim dingin dibandingkan belahan bumi utara.
Secara klimatologis, beda intensitas intensitas insolasi yang disebabkan oleh variasi elevasi matahari yaitu posisi matahari di langit di atas horizon yang biasannya ditunjukan pada waktu local tengah hari(noon) ketika matahari mencapai elevasi maksimum hariannya.
Ada tiga alasan mengapa posisi tinggi matahari menyebabkan insolasi lebih kuat dibandingkan elevasi rendah;
1.      Sinar yang tegak dari posisi matahari tinggi mencakup  permukaan yang lebih kecil daripada sinar yang miring dari posisi rendah. Intensitas insonasi berpariasi secara profosional terhadap sinus sudut datang.
2.      Posisi tinggi matahari berarti radiasi matahari melewati atmosfer yang lebih tipis, akibatnya atenuasi kecil( hamburan yang disebabkan oleh partikel debu atmosferik lebih kecil). Efek ini secara jelas ditunjukan oleh kenyataan bahwa untuk melihat pada posisi terlindungi(kaca mata gelap), tetapi sangat berbahaya bila matahari pada posisi tinggi di langit. Kasus ini disebabkan proporsi radiasi gelombang pendek difus dan radiasi langsung berbeda. Radiasi gelombang pendek langsung adalah radiasi yang tidak diserap, dihamburkan atau dipantulkan. Hamburan mempengaruhi terutama pada panjang gelombang radiasi matahari yang lebih pendek, sehingga sinar kemerah-merahan(reddish) lebih menguasai bila terjadi hamburan kuat. Sehingga matahari pada saat terbenam dan terbit warnanya merah.
3.      Efek yang berkaitan dengan elefasi matahari adalah albedo, prosentase insolasi yang dipantulkan tidak berubah oleh permukaan bumi. Sedangkan albedo dikendalikan oleh sifat-sifat fisis permukaan terutama warnanya, dalam keadaan yang sama maka albedo berkurang dengan elevasi matahari yang lebih tinggi. Efeknya sangat kuat terutama di atas air karena itu secara klimatologis sangat penting di daerah tropis dan benua maritime Indonesia dimana sekitar 70-75% permukaan bumi ditempati oleh laut atau lautan. (Tjasyono,2008;75).
Intensitas insolasi yang diterima oleh berbagai tempat serta setiap saat tidak sama besarnnya. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi adalah
1.      Konstate matahari
Konstante matahari besarnya rata-rata 1,94 cal/cm2/menit, sebenarnyya selalu mengalami perubahan, walapun perubahan tersebut tidak besar. Perubahan itu disebabkan oleh;
a.   Berubahnya intensitas radiasi yang dipancarkan oleh permukaan matahari yang disebabkan oleh perubahan noda-noda matahari.
b.  Perubahan jarak bumi ke matahari.jarak bumi-matahari berubah-ubah sebab obit orbit bumi mengelilingi matahari berbentuk elip dan matahari  terletak pada titik apinya(waryono,1987;14).
2.      Sudut datang sinar matahari
Sudut datang sinar matahari selalu berubah setiap  saat. Perbedaan sudut pandang sinar matahari menyebabkan;
a.   Perbedaan luas permukaan horizontal yang mendapat sinar. Makin besar sudut datang sinar matahari, sinar tersebut akan membentang pada permukaan horizontal yang lebih sempit sehingga energi matahari yang diterima oleh setiap kesatuan yang luas lebih besar(waryono,1987;14).
b.  Perbedaan panjang atmosfer yang didahului oleh sinar matahari. Makin besar sudut datang sinar matahari, makin pendek atmosfer yang dilalui oleh sinar, sehingga kehilangan energi matahari akibat proses absopsi, refleksi dan scattering, ketika melalui atmosfer lebih kecil (waryono,1987;14).
3.      Panjangnya siang hari
Panjang siang hari disetiap tempat tidaklah sama, kecuali tempat-tempat yang terletak di equator. Siang terpanjang terjadi di  waktu solsium musim panas dan siang terpendek terjadi waktu soltisium musim dingin. Besarnya energi yang diterima berbanding lurus dengan lamanya waktu penerimaan. Karena itu makin panjang siang harinya makin besar pula insolasinya(waryono,1987;16).
4.      Keadaan atmosfer
Ketika radiasi matahari melalui atmosfer diperlemah oleh adanya absorsi, refleksi dan scattering oleh atmosfer(waryono,1987;16) sehingga akan mempengaruhi intesitas insonasi matahri menuju bumi.
Menurut sumber lain factor mempengaruhi intensitas insonasi matahari adalah lintang tempat dan letak tempat. Misalnya, jika ada efek penyerapan, hamburan dan pemantulan dari lapisan atmosfer, maka jumlah insonasi bergantung pada sudut jatuh sinar matahari dan durasi radiasi matahari. Bertambahnya lintang tempat menyebabkan sudut jatuh dan intensitas insolasi berkuurang, selain itu letak tempat mempengaruhi sudut jatuh sinar matahari pada permukaan, dengan demikian mempengaruhi intensitas insolasi terutama didaerah lembah dan dilereng pegunungan

0 komentar:

Poskan Komentar