Pages

Banner 468 x 60px

 

Selasa, 19 Februari 2013

Hubungan kemiskinan dan produktifitas masyarakat

0 komentar

Hubungan kemiskinan dan produktifitas masyarakat Fenomena kemiskinan merupakan fenomena sosial yang tergolang fenomena lama dan dimana fenomena ini hampir setiap negara mengalami.salah satu faktor yang menyebabkan kemiskinan diantaranya adalah pengangguran ,kemiskinan berbanding terbalik dengan produktifitas dan kemiskinan berbanding lurus dengan pengangguran. Indonesia merupakan termasuk salah satu negara terbesar dalam angka pengangguran ,menurut data United Nations Depelopment Programme (UNDP) ,indonesia menduduki peringkat 53 dari 103 negara berkembang . khususnya di aceh yang mempunyai sumber daya alam yang lumayan bersar tidak terlepas dari jeratan kemiskinan , dari 33 provinsi di indonesia,aceh menduduki ke 7 sebagai wilayah termiskin di nusantara tahun 2010,menurut BPS tahun 2011penduduk miskin di aceh tinggal 19,48 ℅ dari 4,3juta penduduk dengan tingkat pengangguran sekitar 8,27 ℅,dengan persebaran penduduk miskin berada di perdesaan yaitu 730.890 orang di banding di prrkotaan hanya 169.300 orang. Pada dasarnya untuk menurunkan angka kemiskinan di aceh perlu meningkatkan produktifitas di sektor riil ,diperlukan kerjasama antara kebijakan pemerintah dan kepentingan swasta ,khususnya pemerintah aceh dengan dana APBN 2011 sebesar 8,6 trilliun dapat membuat berbagai program pro rakyat .Banyak program pro rakyat yang diselenggarakan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang perlu pembenahan di semua lini supaya tepat sasaran,tidak dapat dipungkiri juga diperlukan pengawasan (controlling) dari berbagai pihak untuk menimalisir terjadinya penyimpangan,sebut saja program beras raskin yang dalam penyaluran di lapangan tidak efisien dan efektif amat rentan terhadap kesalahan data,penyelewengan dan manipulasi .Disisi lain program beras raskin cenderung membuat masyarakat konsumtif,berdampak secara psikologis masyarakat malas berkerja dan mengharap hanya beras yang di terima setiap bulan ,sehingga menurunkan kreatifitas untuk meningkatkan produktifitas masyarakat.Dengan program pro rakyat di dukung pengawasan di tambah infrastuktur yang memadai,secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan produktifitas masyarakat. Terkadang kita dapat melihat masih banyak lahan kosong yang di terlantarkan tidak di tanami tanaman produktif itu di sebabkan saran infrastuktur jalan yang tidak mendukung bahkan ada anggapan dari masyarakat terutama kalangan petani ,percuma kita bertani membuka perkebunan yang akhirnya hasil panen susah dapat di anggkut untuk disapasarkan akibat infrastuktur jalan tidak memadai,malah da sebagian areal perkebunan rakyat yang tidak dapat di akses kalau musim hujan oleh alat tranportasi ,sehingga diperlukan biaya operasional tambahan yang harus di tanggung petani untuk mengankut hasil pertanian yang mengakibatkan pendapatan petani berkurang . lebis miris lagi diperparah masyarakat masih awan tentang pengunaan ilmu dan teknologi pertanian modern,yaitu seperti masyakat di perdesaan terpencil cenderung mengunakan pola pertanian nenek moyang,pdahal pengunaan ilmu dan teknologi pertanian modern dapat meningkatkan produktifitas hasil pertanian.Memang dari segi hasil pertanian kita sudah mampu swasembada pangan serta hasil perkebunan di aceh sudah dapat memenuhi kebutuhan lokal malah dapat di pasarkan ke luar daerah tetapi perlu kreatifitas SDM dalam mengolah hasil pertanian menjadi barang setengah jadi atau barang jadi agar menambah nilai jual produktifitas pertanian. Baiklah lain di perdalaman perdesaan lain juga permasalahan masyarakat di pesisir aceh ,padahal garis pantai aceh ermasuk terpanjang di sumatera dengan garis pantai 2.666,27 km dan dengan wilayah kewenangan 43.339,83 km2,tetapi ironisnya kita harus mengimpor garam beryodium dari luar aceh karena petani kita belum bisa memproduksi garam beryodium.Adapula akibat kemiskinan dan kurang paham tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup ,masyarakat di pesisir berusaha mencari nafkah dengan menebang mangrove,menangkap ikan pakai bom yang merusak terumbu karang,yang berdampak secara langsung menurunkan produktifitas ikan dan hasil tangkapan laut lainnya. Dalam hal pertenakan kita juga masih tergantung denagan provinsi sebelah .Bayangkan telur ayam saja kita masih mengimpor apalagi pakan pakan ternak masih tergantung dari daerah luar .Apabila kita serius memajukan bidang pertenakan kita harus memulai dari hal terkecil,seperti perlu peran swasta dan pemerintah daerah dalam berkerja samamembuat pabrik pakan ternak yang berimplikasi memajukan bidan pertenakan tanpa tergantung dari provinsi lain. Melihat fakta- fakta di atas di perlukan pembenahan dan pengawasan yang maksimal di semua lini terhadap program pro rakyat yang di selenggarakan pemerintah ,perberdayaan masyarakat berbasis ekonomi ,pembangunan infrastruktur ,penerapan ilmu dan teknologi untuk meningkatkan produktifitas masyarakat dan yang utama sekali perlunya kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam memajukan sektor riil ,tidak ada alasan lagi bagi masyarakat terpuruk dalam kemiskinan karena konflik dan situasi aceh sudah kondusif ,Mungkin suatu hari kedepan masyarakat produktifitas yang menghasilkan barang atau jasa yang dapat bertahan di era psar global ini,kita berharap apabila sektor riil di aceh di kelola secara profesional akan meningkatkan lapangan kerja,menurunkan pengangguran dan terwujudnya kesejahteraan bagi segenap masyarakat.

0 komentar:

Poskan Komentar