Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 21 Februari 2013

HEWAN INVERTEBRATA Filum Artrhopoda

0 komentar
Filum Artrhopoda
Arthropoda adalah filum terbesar dari kingdom animal dan dapat ditemukan dimana saja. beberapa hewan arthropoda hidup sebagai parasit. Arthropoda adalah hewan tripoblastik selomata. Memiliki kaki dan tubuh yang beruas-ruas yang terdiri atas kepala, dada, dan abdomen. Tubuhnya dibungkus zat kitin. Sistem pencernaan telah sempurna dengan sistem peredaran darah terbuka. Hemosianin adalah zat yang menyebabkan warna biru pada darah jenis hewan ini. Sistem eskresi berupa saluran malphigi yang akan bermuara ke anus. Sistem saraf tangga tali dan bereproduksi dengan cara kawin.
Berdasarkan struktur anatomi, hewan ini dapat dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu insecta, crustacea, chilopoda, arachnida, dan diplopoda.
1.       Kelas insecta
Sering disebut kelas heksapoda yang merupakan kelas terbesar dalam filum arthropoda. Hewan ini tidak ada yang hidup didalam laut. Tubuhnya dapat dibedakan antara kepala, dada, dan perut. Pada bagian kepala terdapat antena, mata faset, mata oselus, serta mulut. Di bagian dada terdapat tiga pasang kaki yang beruas. Pada bagian perut terdapat sebelas segmen. Alat pencernaan memanjang sampai ke anus dengan sistem peredaran darah terbuka. Sistem pernafasan melalui trakea. Sistem ekskresi berupa badan malphigi dengan sistem saraf tangga tali yang terdiri atas ganglion-ganglion pada tiap ruasnya. Jenis kelamin jantan dan betina terpisah yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh. Metamorfosis adalah proses pertumbuhan dari telur sampai menjadi dewasa dengan perubahan bentuk tubuh. Contohnya, Lepisma sacharima (kutu buku), Helanithermis sp. (rayap), Tenodora sp. (belalang sembah), Periplaneta sp. (kecoak), Grylatalpa Africana (orong-orong), Cimex rotundatus sp. (kutu busuk), Aphis sp. (kutu daun), Lamphyris sp. (kunang-kunang), Bombyx mori (kupu-kupu ulat sutra), dan Apis indica (lebah madu).
2.       Kelas Crustacea
Hidup di perairan akuatik. Kepala, dada, dan perut jadi satu, kulit terbuat dari zat kitin dan zat kapur sehingga kulit menjadi keras, memiliki dua pasang antena, setiap ruas terdapat sepasang kaki. Hewan ini memiliki alat ekskresi berupa green gland-kelenjar hijau, sistem saraf tangga tali, sistem peredaran darah terbuka, dan alat pernafasan berupa insang dan permukaan tubuh. Contohnya, Portunus (kepiting), Palaemon sp. (udang sotong), macrobramchium rosenbergi (udang galah), Homarus americanus (udang), Oniccus asellus, dan Cyclops (plankton).
3.       Kelas Chilopoda
Sering disebut hewan kaki seratus (sentipeda). Hewan ini hidup di bawah bebatuan. Tubuh bersegmen dan setiap segmen terdapat sepasang kaki. Memiliki antena yang panjang pada bagian kepala. Sistem respirasi berupa trakea yang bercabang yang terdapat di setiap segmen. Sistem ekskresi berupa badan malpighi. Hewan ini memiliki cakar racun yang berfungsi membunuh mangsanya yang disebut pedes maksilaris. Contohnya, Scolapendra gipas (lipan atau kelabang) dan Lithobius forfigatus (kelabang yang memiliki racun sangat berbahaya.
4.       Kelas Arachnida
Tubuhnya terdiri atas kepala, dada, dan perut. Memiliki empat pasang kaki, empat pasang mata dan tidak memiliki antena. Hewan ini memiliki alat respirasi berupa paru-paru buku. Sistem ekskresi berupa pembuluh malpigi. Sistem saraf berupa ganglion otak dan simpul saraf. Jenis kelamin jantan dan betina terpisah. Sistem pencernaan dari mulut ke anus. Habitatnya berada di darat. Contohnya, Thelyphonus sp. (kalajengking), Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu), Gastera sp. (laba-laba duri), dan Dermacentor sp. (caplak atau tungai).
5.       Kelas Diplopoda
Sering disebut hewan kaki seribu (melipeda) bentuk tubuh bulat panjang dan beberapa segmen menyatu. Habitatnya di tempat gelap dan lembap serta hidup sebagai herbivora. Terdapat sepasang antena di bagian kepala. Mulut dan mata masih sederhana. Pada setiap segmen pada tubuhnya terdapat dua pasang kaki. Alat respirasi berupa trakea yang tidak bercabang. Alat ekskresi beupa buluh malpighi. Gerakannya lambat. Contohnya, Ophyulus pilosos (kaki seribu).

0 komentar:

Poskan Komentar