Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 07 Februari 2013

Gerak semu Matahari terhadap Bumi

0 komentar
Bumi bergerak mengelilingi matahari (revolusi), dan juga berotasi terhadap sumbu bola bumi. Namun sumbu rotasi bumi itu tidak tegak lurus terhadap sumbu revolusi. Akibat dari gerak semu matahari wilayah yang diterangi matahari sepanjang tahun berbeda-beda. Selama setengah tahun, matahari lebih banyak menerangi wilayah utara ketimbang wilayah selatan, dan setengah tahun berikutnya hal sebaliknya yang terjadi. Jika fenomena ini diamati sepanjang tahun dari bumi, maka terlihat seolah-olah matahari itu bergerak dari utara ke selatan selama setengah tahun, dan kemudian balik lagi bergerak dari selatan ke utara pada setengah tahun berikutnya. Dalam bola langit, lintasan gerak semu matahari itu disebut ekliptika(purnomo.2008).
Gerak semu adalah gerak yang sifatnya seolah-olah bergerak atau tidak sebenarnya (ilusi), dalam (Anonim.2010). Gerak semu matahari adalah kedudukan peredaran matahari yang dilihat dari bumi selama sepanjang tahun. Matahari seolah-olah akan bergerak dan berubah secara periodik selama setahun. Pergeseran matahari inilah yang kemudian pada akhirnya akan menyebabkan pergantian musim di bumi. Di daerah dekat kutub akan mengalami empat musim, sementara daerah di kawasan ekuator atau dekat garis khatulistiwa umumnya memiliki empat musim.
Pada tanggal 21 Maret dan 23 September matahari akan melintas tepat di atas garis khatulistiwa. Sementara itu pada tanggal 21 Juni matahari akan melintas di garis balik utara matahari, atau koordinat 23.5° LU. Serta pada tanggal 22 Desember matahari akan melintas tepat di atas garis balik selatan matahari pada koordinat 23.5° LS. Dinamakan garis balik matahari atau titik balik matahari karena disitu adalah posisi maksimal matahari ketika bumi juga mengalami kemiringan paling maksimal. Pada 21 Juni belahan bumi utara akan condong ke arah matahari. Sementara pada 22 Desember belahan bumi selatan yang akan condong ke arah matahari(anang,2008).
Kedudukan matahari pada kordinat bumi 23.5° LU disebut solstatis musim panas. Ciri-ciri soltatis musim panas adalah;
  • Kutub utaracondong 23.5° ke matahari, sinar matahari pada jam 12.00 tegak lurus pada23.5° U.
  • Disebelah bumi utara, sinar matahari menyinggung lintang 66,50U setelah melewati kutub utara, di belahan bumi selatan matahari hanya sampai pada lintang 66,50S
  • Lingkaran terang tidak membagi garis lintang sama besar kecuali pada equator, sehingga lamanya siang tidak sama dengan lamanya malam kecuali di equator.
  • Belahan bumi utara lebih luas kearah matahari daripada belahan bumi selatan, sehingga siang hari lebih lama, daerah lintang 66,50-900U siangnya mencapai 6 bulan.
  • Lamanya siang ditambah dengan sudut matahari yang lebih besar, mengasilkan isonasi maksimum disebelah bumi utara pada tanggal 22 juni, sehingga temperatur tinggi dan terjadi solstis musim panas

0 komentar:

Posting Komentar