Pages

Banner 468 x 60px

 

Jumat, 31 Agustus 2012

Metode Penginderaan Jauh

0 komentar
Dalam metode penginderaan jauh menurut Roscoe (1960)  dalam Sutanto (1992),  terdapat 6 tahapan yaitu ;
1.        Merumuskan Masalah dan Tujuan dalam Metode Penginderaan Jauh
Perumusan tujuan dimulai dengan perumusan masalah secara jelas. Masalah dapat berupa sesuatu yang aneh yang tidak pada tempatnya atau tidak biasa terjadi, sesuatu yang kurang jelas, sesuatu yang menimbulkan tantangan. Misalnya pemotretan bagi sebagian wilayah Indonesia yang hampir selalu tertutup oleh awan (Tejoyuwono, 1982 dalam Sutanto, 1992:83).
2.        Cara Mengevaluasi Kemampuan dalam Metode Penginderaan Jauh
Setelah masalah dan tujuan dirumuskan dengan jelas, barulah dilakukan penilaian terhadap kemampuan pelaksanaannya yang menyangkut tentang kemampuan pelaksanaan dan timnya, alat, perlengkapan, dana dan waktu yang tersedia. Antara kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai harus sesuai.
3.    Pemilihan Cara Kerja dalam Metode Penginderaan Jauh
Agar dapat dilakukan pemilihan cara kerja yang baik, perlu diketahui tentang perencanaan penggunaan lahan dan apa pula tugasnya.
4.    Hal-hal yang Perlu Dilakukan dalam Tahap Persiapan Metode Penginderaan Jauh
Menurut Sutanto (1992:87-92) menyatakan dalam tahap persiapan metode penginderaan jauh ada empat, yakni sebagai berikut:
a)        Menyiapkan data acuan, data acuan adalah data yang bukan berasal dari penginderaan jauh, akan tetapi data tersebut diperlukan dalam interpretasi citra.
b)        Menyiapkan data penginderaan jauh, Data pengideraan jauh adalah hasil perekaman obyek dengan menggunakan sensor buatan.
c)        Menyiapkan mosaik, mosaik foto adalah serangkaian foto daerah tertentu yang disusun menjadi satu lembar foto.
d)       Orientasi medan, pekerjaan ini dilakukan dengan membawa foto ke medan. wujud yang digambarkan foto dicocokkan dengan wujud sebenarnya di medan/lapangan.

0 komentar:

Posting Komentar