Pages

Banner 468 x 60px

 

Jumat, 31 Agustus 2012

Dampak Sedimentasi Terhadap Daerah Pesisir

0 komentar
 
Pendangkalan akibat sedimentasi alamiah membawa beberapa dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif, sedimentasi sekitar muara sungai seperti batu dan pasir bisa memberikan nafkah bagi penduduk sekitar daerah aliran sungai. Kegiatan pertambangan dapat dilakukan di daerah aliran sungai untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat pesisir. Disamping untuk dijual hasil tambang tersebut juga ada masyarakat yang sengaja mengambil batu maupun pasir untuk mendirikan bangunan di rumahnya sendiri. Karena pasir merupakan bahan baku dalam mendirikan bangunan yang harganya cukup mahal. Jadi masyarakat biasanya mengambil batu maupun pasir secara sengaja di muara sungai.
Dampak negatif, dasar di hilir sungai akan meninggi akibat sedimentasi ini. Akibatnya, air tidak mengalir dengan baik sehingga meningkatkan kemungkinan banjir. Jalur air ke laut terhalang oleh sedimentasi. Ekosistem pesisir juga terancam oleh pendangkalan. Biota-biota perairan dangkal kehilangan habibat. Padahal, biota laut dangkal sumber makanan utama ikan-ikan di laut. Jika kehilangan makanan, populasi ikan menyusut sehingga jumlah tangkapan nelayan berkurang. Bagi pelayaran, dampak pendangkalan berupa menyempitnya alur. Akibatnya, perahu dan kapal semakin terbatas ruang geraknya. Walaupun tidak semua dampak yang ditimbulkan adalah dampak negatif, seperti dalam jangka panjang sedimentasi dalam jutaan tahun kembali akan mengahasilkan mineral yang berguna untuk energy seperti minyak dan gas alam atau seperti pengendapan yang terjadi di sungai, banyak yang menggali dan menambang pasir di darerah sungai karena sedimentsi menyebabkan kualitas pasir menjadi bagus untuk bahan bangunan dan untuk membuat jalan. Tetapi yang kita lihat selama ini adalah terjadinya abrasi pantai, terlalu banyak organisme yang mati akibat tercemar logam berat, habitat dan ekosistem banyak yang rusak disebabkan pengikisan pantai yang diakibatkan oleh proses sedimentasi (Anonim 2011).
2.6.            Upaya Penanggulangan Sedimentasi di Muara Sungai
Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi sedimentasi di sungai yaitu:
a.       Pengerukan sedimen sungai
Pengerukan merupakan langkah atau kegiatan menggali material-material yang ada di permukaan bumi dengan menggunakan alat bantu seperti mesin ataupun alat sederhana. Pengerukan sedimen di muara sungai dilakukan dengan menggunakan alat berat (ekskavator) yang dikendalikan manusia dan alat sederhana berupa sekrup yang dilakukan oleh beberapa orang.
b.      Teknik Sabo
Suatu terminologi teknik dari bahasa Jepang untuk mengartikan pengendalian erosi dan pergerakan sedimen (erosion and sediment movement control). Suatu sistem atau teknik untuk pengendalian erosi dan pergerakan sedimen (control the production and move of sand and gravel with a nature of disaster). Dam Sabo merupakan Suatu struktur bangunan melintang sungai, sebagai salah satu bangunan pengendali sedimen yang memiliki peranan paling dominan mengendalikan sedimen dalam sistem

0 komentar:

Posting Komentar