Pages

Banner 468 x 60px

 

Senin, 30 Juli 2012

Kelas Lahan

0 komentar

Suprojo (1993: 126) dijelaskan terdapat VIII pengkelasan lahan untuk pertanian yang berdasarkan oleh staf Pengawetan Tanah Departemen Penelitian Amerika (U.S.D.A Soil Conservation Staf ). Tanah mempunyai kemampuan dan respon terhadap pengolahan yang tinggi
dan sedikit hambatan bila lahan pertanian itu termasuk golongan I. Deskripsi secara singkat dari masing-masing klas lahan adalah sebagai berikut :
1)   Klas I
Tanah yang termasuk kelas ini memiliki solum yang dalam,tekstur halus, drainase yang baik, lereng datar-hampir datar, kesuburan alami tingi, tanah ini sesuai untuk lahan pertanian, sedikit
mengalami hambatan dalam pengelolaan sehingga tanaman dapat meningkatkan produktifitasnya.
2)   Klas II
Tanah dalam klas ini mengalami beberapa hambatan yang mempersempit pilihan tanaman dan memerlukan pengawetan tanah yang sedang. Penggunaan tanah pada klas ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : lereng yang berombak, bayaha erosi sedang, kedalaman tanah sedang- agak dangkal dan drainase sedang.
3)   Klas III
Pada kelas ini tanah mengalami hambatan-hambatan yang hebat  yang menurunkan pilihan tanaman  atau memerlukan pengawetan tanah yang kusus. Terbatasnya pemakaian tanah ini di sebabkan oleh : lereng yang curam, bahaya erosi yang besarpermeabilitas air yang sangat lambat, kapasitas air rendah, kesuburan rendah,
4)   Klas IV
Tanah dalam klas ini masih bisa ditanami tanaman pertanian, tetapi pemilihan tanaman sangat terbatas dan penggunaan lahan dilakukan secara hati-hati. Faktor-faktor penghambat pada klas ini yaitu : lereng curam, peka terhadap erosi besar, telah terjadi erosi berat, kapasitas menahan air rendah,  dan salinitas yang tinggi.

5)   Klas V
Tanah pada kelas ini  tidak cocok ditanami tanaman pertanian. Selain mengalami bahaya erosi yang besar tanah padal klas ini mengalami hambatan seperti sering terjadi banjir,  masa tumbuh terlalu singkat, tanah berbatu, tanah terkurang sehingga drainase lambat.
6)   Klas VI
Tanah-tanah dalam kelas ini sangat terbatas pemaikaianya yaitu, hanya cocok padang rumput dan hutan. Pembatasnya hampir sama dengan klas IV-V dan jika digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan usaha pengawetan tanah yang lebih berat.
7)   Klas VII
Tanah-tanah ada klas ini sangat terbatas sekali pemakaianya tanah ini merupakan di peruntukan untuk cagar alam atau hutan. Dan faktor pembatanya sangat banya dan sangat sulit dijadikan sebagai lahan pertanian.
8)   Klas VII
Tanah-tanah yang termasuk  kedalam klas ini klas ini tidak dapat digunakan untuk produksi tanaman secara komersial, penggunaanya terbatas pada cagar alam dan hutan contoh dari kelas ini adalah pantai berpasir, daerah perbukitan dan lereng-lereng terjal. Ataupun daerah singkapan batuan

0 komentar:

Posting Komentar