Pages

Banner 468 x 60px

 

Senin, 23 Juli 2012

Batuan Pembentuk Permukaan Bumi

0 komentar
Litosfer merupakan lapisan terluar dari bumi yang sebagian besar terdiri dari batuan. Proses pembentukan batuan di permukaan bumi diawali dari magma pijar yang berasal dari dalam bumi yang mengalami proses pendinginan dan akhirnya menjadi batuan beku. Karena proses alam, batuan beku tersebut mengalami proses penghancuran yang kemudian
membentuk batuan sedimen. Dalam perkembangan berikutnya batuan sedimen dapat berubah menjadi batuan metamorf karena proses metamorfosis batuan. Dari uraian di atas, secara garis besar batuan di permukaan bumi dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan proses pembentukannya, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan.

a. Batuan Beku
Batuan beku merupakan batuan keras yang terbentuk dari magma yang keluar dari perut bumi dan membeku karena mengalami proses pendinginan. Karena itu, batuan beku juga
disebut sebagai bekuan. Batuan beku dapat dibedakan berdasarkan tempat magma
yang keluar membeku menjadi tiga jenis.

1)     Batuan beku dalam, yaitu merupakan hasil pembekuan
magma di bagian dalam perut bumi, bahkan di dalam
dapur magma. Karena proses pendinginan yang terjadi
berlangsung sangat lambat, maka dihasilkan hablur mineral
yang sempurna (teratur). Contoh batuan beku dalam
antara lain sienit, granit, diorit, dan gabro.

2)     Batuan beku luar, yaitu terbentuk karena adanya proses
pembekuan magma pada permukaan bumi. Biasanya
proses pembentukan batuan ini terjadi secara cepat akibat
penurunan suhu yang mendadak. Contoh batuan beku
dalam antara lain obsidian, liparit, trachit, desit, andesit,
dan basalt.
3)    Batuan beku korok, yaitu terbentuk karena proses
penyusupan magma pada celah-celah litosfer bagian atas
dan kemudian membeku. Oleh karenanya, posisi batuan
beku korok biasanya dekat dengan permukaan bumi.
Batuan beku jenis ini juga mengkristal. Beberapa contoh
batuan beku korok antara lain porfir granit, porfir diorit,
dan ordinit.

Di alam, kita dapat membedakan empat macam batuan beku berdasarkan teksturnya, yaitu sebagai berikut.
1)     Batuan granitoid, yaitu semua batuan yang butir-butir
mineralnya cukup besar untuk dapat dikenal dengan
mata biasa (megaskopis).
2)    Batuan felsitoid, (aphanit) yaitu batuan yang tersusun
terutama atau seluruhnya atas butir-butir mineral kecil
yang hanya dapat dikenal jika dilihat dengan bantuan
lensa kuat (mikroskopis).
3)    Batuan gelas, yaitu batuan yang tersusun seluruhnya atau
sebagian besar atas bahan gelas yang berkilap kaca.
4)    Batuan pecahan (fragment), yaitu batuan yang tersusun
terutama atas bahan yang dikeluarkan vulkan.

Batuan Sedimen
Batuan sedimen terbentuk dari batuan beku atau zat padat yang mengalami erosi di tempat tertentu kemudian mengendap dan menjadi keras. Batuan sedimen biasanya berlapis-lapis secara mendatar. Di antara batuan ini, seringkali ditemukan fosil-fosil.
Batuan sedimen dapat dibagi berdasarkan proses pembentukannya, yaitu sedimen klastis, kimiawi, dan organik.
1) Batuan sedimen klastis terbentuk karena pelapukan atau erosi pada pecahan batuan atau mineral, sehingga batuan menjadi hancur atau pecah dan kemudian mengendap di tempat tertentu dan menjadi keras. Susunan kimia dan warna batuan ini biasanya sama dengan batuan asalnya. Contoh batuan sedimen klastis antara lain batu konglomerat, batu breksi, dan batu pasir.
2) Batuan sedimen kimiawi terbentuk karena pengendapan melalui proses kimia pada mineral-mineral tertentu. Misalnya, pada batu kapur yang larut oleh air kemudian mengendap dan membentuk stalaktit dan stalagmit di gua kapur. Contoh batuan sedimen kimiawi lainnya adalah garam.
3) Batuan sedimen organik atau batuan sedimen biogenik terbentuk karena adanya sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami pengendapan di tempat tertentu. Contohnya, batu karang yang terbentuk dari terumbu karang yang mati dan fosfat yang terbentuk dari kotoran kelelawar

0 komentar:

Posting Komentar