Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 23 Juni 2012

Cerpen lucu: Si bodoh

0 komentar
Tak ada yang aneh dari pemuda ini, seperti halnya pemuda lain dari desanya itu, tetapi jika sudah mengenalnya lebih dekat maka akan diketahui keanehanya, nama pemuda ini adalah moyo, moyo hidup bersama bapak, ibu dan neneknya. Moyo adalah anak ke dua dari tiga bersaudara dari keluarga itu. Jika diterusuri pendidikan moyo dia 4 kali gak naik kelas dan 1 gak lulus ujian. Mungkin karena kurang belajar apa engaruh genetika. Tapi jangan salah walaupun gak pernah gak naik kelas tapi dia memiliki akal yang kadang2 tak dapat diduga. Masyarakat desa bingung apakah moyo ini orang pintar apa orang bodoh. Nah mari kita simak kehidupan moyo
> dirumahnya ketika pagi itu, ibunya sibung mempersiapkan makanan untuk makan siang, tetapi ibunya lupa untuk membeli bebek untuk lauk makanan di pagi itu, maka ibunya moyo
memanggil moyo.
“moyo..... moyo........ dimana kamu nak.......”
“ya bu, moyo lagi di ruang tamu lg nonton tv..”
“kemari sebentar nak.......”
“ya.....ya.....” bergegaslah moyo datang menghampiri ibunya...
“ada apa bu, memanggil ku..?”
“gini nak... ibu kemaren lupa membeli daging bebek, katanya kan sekarang mau menu makananya daging bebek, jadi beli bebek dulu ya nak di desa sebelah, deket kok tinggal nyebrang sungai lima menit aja sampai. Ini ibuk sibuk memperiapkan bumbunya...”
“ya buk mana uangnya.....”
Ibunya pun memberikan uang 50 ribuan kepada si moyo “ ingat ya nak beli bebeknya yang besar dan yang berat ya jangan beli yang kurus, cepat ya jangan lama biar gak kesiangan makannya” dengan memberikan uangnya ke pada moyo
“ia buk” moyo pun berlari menuju ke desa sebelah yang hanya di batasi oleh sungai yang tak terlalu dalam. Selelah menebrang di sungai sampailah moyo di pedangang bebeknya tersebut dengan waktu kurang dari 5 menit.
Dengan napas tersengal2 karena capek berlari moyo pun bertanya kepada dagang bebeknya tersebut “ pak ada bebek?”
‘Oh ada dik mau beli?’
“ya pak beli bebeknya satu”
“yang laki apa yang betina?”
“wah ada dua ya pak bebeknya?, aduh saya lupa tanyain ibu saya pak” dengan tampang kebingungan.... tiba –tiba moyo pun langsung berlari menuju ke rumahnya dan menemui ibunya..
“buk...buk...... bebeknya laki apa peremuan?”
“mana bebeknya yo? Laki perempuan?” ibunya kebingungan
“gini bubk bebek yang mau di beli saya bingung di sana buk”sambil tersengal2 habis berlari
“ya udah ibu kasi catatan saja” dalam catatan itu berisi: bebek laki, berat 4 kg, warna bebas, masih hidup.
‘moyo ini catatanya kasi aja dagangnya, inget uangnya kasi dagangya. Inget ya belinya bebek yang paling berat... cepet nae keburu siang nih”
Tampa ngomong apa-apa moyo langsung bergegas menuju ke dagang bebeknya itu.
“pak-pak ini bebek yang perlu saya beli” sambil memberikan catatan itu ke pedagang bebeknya
“oh ya...ya... dik” pedagang itu pun langsung memberikan bebek yang di pesankan tadi itu
“ ini dik bebeknya hatgaya 40 ribu...”
Dengan memberikan uang 50 ribuan “ ini pak uangnya ibu q hanya memberi ku uang segini”
“oh ya dek ini kembalianya lagi 10 ribu”
“ah gak pak orang ibuku menyuruh q beli bebek dengan uang segitu nanti saya dimarahi nanti” moyo pun lalu meninggalkan pedaganng bebek tersebut. Pedagang bebek itu pun bingung sambil mengaruk-garuk kepala.
Dengan senang hati moyopun berjalan ke rumah sebelum sampai rumah moyo pun harus melwati sungai terlebih dahulu. Saat melewati sungai tiba-tiba kaki buyo terpleset dan terjatuh. Bebek yang di bawanya lepas dang mengambang di air sungai. Karena melihat bebeknya yang di beli itu kambang di atas air.  Bukanya malah menagkap bebek itu moyo malahan mengomel2 sendirian gak jelas.
“bah sialan dagang bebek itu... bebek kosong aku dikasi, ibu kan menyuruh ku membeli bebek yang berat. Kalo seingat aku sih waktu di SD bapak guru bilang kalo benda yang berat pasti tenggelam, ini bebek malah mengapung kayak pelastik” sambil marah2 moyopun bergegas pulang meninggalkan bebeknya yang terapung di sungai
Moyo pun mengadu pada ibunya
“buk...buk..... moyo di tipu ama dagang bebeknya”
“loh moyo kok basah? Mana bebeknya?”
“itu dah buk moyo di tipu ama pedagangnya.....”
“di tipu bagai aman? Uangnya di ambil trus bebeknya dak dikasi?”
“bukan gitu buk... dagangnya malah mau ngasi moyo uang  jadi moyo tolak.... trus ibu kan bilang beli bebeknya yang berat tapi bebek kosong dikasi”
Sambil terheran ibuknya” ha.........bebek kosong gmana yo?”
“Ya bebek kosong, moyo kan nyebrang sungai eh terpeleset jadi bebeknya lepas.. tau-tau bebeknya kambang.... sedikitpun gak tenggelem buk, makanya moyo tinggalin aja bebeknya di sungai”
Dengan menyadari bahwa keaadaan anaknya yang agak kurang ibunya memakluminya sambil berkata nak bebek itu bisa berenag...ya jelas aja kabang..
“oh gt ya buk.... tapi guru q bilang...... dengan memotong pembicaraan moyo ibunya bilang
“ya nak..ya nak... ibu mw ambil bebeknya dulu yang gambang... mudah2an masih disana bebeknya”
Akhirnya ibunya moyo membawa bebek dan memasaknya.
>>>  1 bulan berselang
 di rumahnya moyo mau di adakan selamatan semua keluarga besar berkumpul di rumahnya moyo saat itu sebelum hari selamatan, keluarganya moyo mau potong kambing untuk makan2 setelah kambing terpotong semua keluarganya sibuk, ada nyiapin ini itu. tp hanya moyolah yang masih gak ada tugas mempersiapkan apa2 apa, karena keluarganya tau kekurangan moyo yang tak bisa apa2. Saat kesibukan berlangsung untuk memasak kambing kekurangan panci. Jadi terpaksa ayahnya moyo menyuruh moyo
“moyo sini-sini”
“ya pak ada apa?”
“tolong pinjemin panci di tetangga buat masak daging kambing, tetangga yang mana aja boleh”
“ia..ia pak..” sambil bergegas pergi
“yang besar ya pancinya di pinjem.....”
“ok..... pak...........”
Berjalanlah moyo kerumah tetangganya..
“permisi....permisi........”
“ya.....” saut dari dalam rumah..
“eh moyo........ ada apa yo......”
“gini buk.. moyo ingin pinjem panci yang besar ada ya buk”
“oh ada2 yo.... tungu sebentar ya” tetangganya pun mengambil panci dari dapurya... “ ini yo pancinya”
Dengan melihat pancinya moyo pun menoaknya” buk saya gak memerlukan panci se gitu ada yang lebih besar?”
“ini dah yang paling besar yo...” ya kalo gitu coba cari ke tetangga lain mungkin punya yang lebih besar.
Akhirnuya moyo pun mencari panci masuk kerumah-rumah tetangganya tapi satupun gak ada yang di terima sama moyo. Setiap rumah yang di masuki moyo panci yang dicari2 gak ketemu juga. Akhirnya moyo memutuskan untuk kulang kerumah lagi. Di tengah perjalanan moyo berbicara sendiri.
“waduh gimana nih.. gak dapet2 dapet panci yang gede yang dicari aduh jadi bingung”
Sesampainya dirumah dengan tidak membawa apa2 moyo pun langsung mencari bapaknya
“pak......pak......’
“ya ada apa yo... mana pancinya?”
“aduh pak gak ada yang punya panci gede pak”
“masak gak punya panci gede? Sudah kamu cari ke setiap tetangga?”
“udah pak ... panci gede sih tapi kayaknya gak cukup buat satu ekor kambing pak, makanya moyo putuskan untuk tidak meminjamnya”
“ya ampun moyo.. mana ada panci se ukuran kambing, kambingya kan nanti di potong kecil2 yo.... ya udah bapak aja yang meminjam pancinya”
Akhirnya bapaknya yang mencari panci untuk memasak kambing itu, waktupun terus berlalu hari demi hari terlewati sudah tiba saatnya tahun baru, saat tahun baru moyo memputuskan untuk jalan- jalan ke kota dengan motor vespa milik ayahnya. Dengan hanya membawa uang 60ribu moyopun langsung berangkat ke kota dengan penampilan celana putih dan baju warna hijau moyo pun berangkat ke kota. Sesampainya di kota ,tentah gamana perjalannya moyopun berhenti di jalan satu arah. Dia pun melihat kendaraan-kendaraan hanya datang dari arah barat, dengan melihat penomena itu moyopun bingung.
“ wah..... dari mana datangya motor dan mobil itu ya....... kok semuanya datang dari barat, kalo semua kke timur pasti di timur banyak sekali ada moto dan mobil, wah kalau dari barat dari mana ya datangya kok terus  ada..”
Sembari menyaksikan penomena itu moyo pun duduk manis melihat kendaraan itu. Dalam benak pikiranya munculah sebuah ide
“wah kok gak ada motor ke arah barat ya semuanya semuanya ke timur, ah cobak ah aku sendiri yang ke barat”
Di setaterlah motorya lalu dia berangkat menujuh arah yang berlawanan dari jalur itu, semua pengendara itu melihat terheran melihat ada motor yang melawan arah. Seorang penggendara pun berteriak kepada moyo
“WOOOEEE SALAH JALAN COE, AWAS KENA TILANG.....>>>>>
Moyo pun tidak menghiraukan teguran itu, dia masih penasaran ingin melihat dari mana sumber kendaraan itu. Benar saja setelah lewat di depan pos polisi, seorang polisi melihatnya dan mengejarnya dengan motor polisi. Serine motor tersebut dinyalahkan. Tidak lama berselang moyopun di pepet oleh polisi itu.
“berhenti dek Dek minggir kesamping ....”
Moyo pun meminggirkan motornya dan berhenti
“apa apa pak polosi?’’ sambil kebingungan
“ anda melanggar aturan lalu lintas ini jalan satu arah anda salah arah”
“wah saya gak salah arah saya mau ke barat kota pak”
“tapi lihat pengendara lain gak ada yang ke barat! Mana SIM dan STNKnya?”
“wah apa itu SIM pak, saya gak tau?”
“sim surat izin mengemudi”
“oh surat pak waduh saya lupa membuatnya dirumah pak, ya saya mau buat dulu ya pak mau beli kertas sama pensil”
“wah bukan itu, ya udah karena melanggar anda saya tilang, adik harus ikut sidang atau mau damai di sini aja”
“ya pak saya mau damai disini aja” sambil menyalami polis itu dia bilang “damai ya pak” tampa memberikan polisi itu apa2 dan langsung mau pergi.
“eh mau kemana dik? Mana bukti perdamainya?
“apa buktinya pak kan udah damai”
Tampa berbasa basi polisi itu langsung mengatakan “uang damainya mana?”
“apa uang pak?” dalam hati si moyo berkata, wah ini polisi pengemis minta2 uang. Moyo pun mengambil dompet yang berisi 60 ribu itu dan menyerahkan uang 10ribuan karena gak ada uang recehan.
“ini pak uangnya.. gak ada uang receh pak... kembalianya ambil dah pak”
“wah anda menghina saya, mau saya bawa tilang  motornya dan anda jalan kaki  pulang ,apa mau damai 50ribu.!”
Denganberat hati moyopun memberikan uang miliknya itu ke polisi. Matahari pun bersinar dngan teriknya moyo mulai merasakan lapar di kota besar tersebut, karena lapar moyopun memutuskan untuk membeli makanan di warung nasi padang tersebut dngan membawa uang 10ribu. Dia pun melihat daftar menu ternyata nasi campur disini 9 ribu.
“ buk nasi campunya 1”
“minumnya apa dek?”
“kalau teh dingin berapa buk?
“2ribu dik”
“teh panas?”
“1000”
“ya dah teh panas aja” karena moyo hanya mempunyai uang 10ribu
Setelah makanan dan minumanya di bawa ke meja, moyo pun langsung mengambil teh panas itu langsung meminumya, karena meminum teh yang panas, mulutnya moyo kepanasan dengan tingkah yang aneh dia terus meminum teh itu, karena melihat tingkah moyo pedangang pun menghampirinya,
“dik tunggu dulu atu biar dingin tehnya baru di minum”
“aduh buk saya hanya bawa uang 10ribu, jika saya tunggu tehnya biar dingin jadi saya bayarnya 2rb” sambil mencoba menghabiskan teh panas itu
“ckckckckcck dik dik... ada ada ajaah....”
Makanan yang dibelinya pun habis waktunya si moyo pulang ke rumahnya. Pengalaman moyo di kota tak kan terlupakan. Pulang-pulang dari kota uang habis lidahpun terbakar karenah teh panas yang takut menjadi dingin.

0 komentar:

Posting Komentar