Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 14 Juni 2012

Proses Kerja Printer

0 komentar
Printer adalah perangkat yang mampu mencetak data elektronik (berupa teks maupun gambar), ke media fisik seperti kertas. Printer dihubungkan dengan casing. Namun sebagian printer dapat mencetak gambar langsung dari kamera digital tanpa memerlukan komputer. Kecanggihan printer terus dikembangkan. Produsen printer terus berlomba meningkatkan kecepatan dan kualitas hasil cetak printer. Printer yang lazim digunakan masyarakat antara lain printer dot-matrix, inkjet, dan laser. Printer dot-matrix mencetak citra dengan menghubungkan titik-titik. Karena menggunakan pita (seperti pada mesin ketik), printer dot-matrix hanya dapat mencetak menggunakan warna hitam
. Jadi, Anda tidak akan dapat mencetak gambar berwarna menggunakan printer jenis ini. Selain itu, gambar atau teks yang dihasilkan printer dot-matrix terkesan ”kotak-kotak”. Tidak heran banyak orang menyebut printer dot-matrix sebagai printer kuno. Meskipun begitu, printer dot-matrix tetap dibutuhkan beberapa pihak, misalnya perbankan dan perusahaan penjualan. Hal ini dikarenakan printer dot-matrix mampu memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dilakukan oleh printer jenis inkjet dan laser. Kebutuhan tersebut misalnya pencetakan rangkap dengan karbon atau pencetakan di atas passbook. Mudahnya, amati saja buku tabungan Anda. Transaksi dalam tabungan tersebut dicetak menggunakan printer dot-matrix. Printer inkjet menggunakan media pencetak berupa tinta. Kelebihan printer jenis ini terletak pada kemampuan untuk menghasilkan gambar berwarna dan beresolusi tinggi. Lain halnya dengan printer laser. Printer yang pertama kali diproduksi oleh Xerox pada tahun 1971 ini mampu mencetak dengan kecepatan tinggi. Hasil cetak printer laser dapat melebihi kualitas cetak printer inkjet. Selain itu, biaya cetak per lembar printer laser paling murah dibanding dua jenis printer yang lain. Namun, harga printer laser jauh lebih mahal dibanding harga printer inkjet. Itulah sebabnya printer inkjet lebih banyak digunakan. Cara kerja printer inkjet dapat Anda cermati pada uraian berikut. Printer inkjet memiliki bagian penting bernama print head. Di dalam print head terdapat sekumpulan nozzle. Nozzle ini berfungsi sebagai alat penyemprot tinta pada permukaan kertas.Cartridge printer dirancang agar nozzle dapat mengeluarkan tetesan tinta berupa bubble (gelembung) dengan berukuran sangat kecil. Tetesan tinta inilah yang membentuk gambar atau tulisan seperti yang biasa Anda lihat. Di pasaran, Anda dapat memperoleh printer inkjet berteknologi thermal bubble dan piezoelectronic. Printer berteknologi thermal bubble misalnya printer buatan Canon dan Hewlett Packard. Printer dengan teknologi thermal bubble menggunakan panas untuk menghasilkan gelembung-gelembung tinta. Panas ini berasal dari resistor berukuran mini.
Panas dari resistor menaikkan suhu tinta sehingga terbentuk gelembung/bubble. Ketika gelembung bertambah besar, sebagian tinta dari gelembung akan terdorong keluar melalui nozzle. Dari nozzle, tinta menetes pada kertas sehingga menghasilkan citra yang Anda cetak. Ketika gelembung tinta pecah, ruang pembentuk bubble menjadi kosong. Kejadian ini tidak berlangsung lama karena ruang ini akan kembali terisi tinta. Cara kerja yang berbeda ditunjukkan oleh printer inkjet yang menggunakan teknologi piezoelectric. Kunci utama teknologi piezoelectric terletak pada penggunaan piezo crystal. Kristal ini terdapat pada setiap ink reservoir. Tegangan listrik membuat kristal bergetar. Getaran kristal membuat tinta keluar. Gerakan awal kristal mengakibatkan tinta terdorong keluar. Gerakan kristal saat kembali ke tempat semula membuat ink reservoir kembali terisi tinta

0 komentar:

Poskan Komentar