Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 21 Juni 2012

Bunga abadi

0 komentar
Bunga merupakan lambang cinta atau kasih sayang, dengan wangi yang menenangkan dan warnanya yang indah wanita mana yang tak bahagia dikasi bungga, tidak sama halnya dengan intan wanita yang satu ini. Pada hari minggu intan dan toni(pacarnya inta) mereka adalah pasangan yang bahagia kasih cinta yang begitu tulus dari ke duanya. Mereka memutuskan jalan-jalan ke puncak gunung untuk liburan mengisi akhir pekan mereka. Toni pun datang ke rumah intan dengan membawa sepeda motor sesampainya di depan rumah intan dia pun memanggil-manggil intan “ sayang....
. sayang.....aku udah di luar nih.....”
“ masuk aja sayang... gak ada siapa kok... semuanya lagi ke rumah bibik”
“oya.....ya..sayang....”
Toni pun masuk ke rumah intan dan langsung duduk di ruang tamu, datanglah intan dari kamar sehabis bersolek karena akan di ajak jalan-jalan sama kekasih tercinta. Intan pun duduk di sopa miliknya sambil bertanya ke toni
“sayang kita akan jalan-jalan ke mana nih?”
“ya terserah sayang saja......”
“kok terserah aku sih..... ayo donk cepet tentuin tempatnya...”
“gimana kalo ke pantai tan.. sambil lihat ombak....heheheh”
“ah bosen ah lihat pantai aja.....” sambil intan mencemberutkan wajahnya...
“gimana kal ke kebun binatang? Seru kan”
“muke lo monyet..... gak seru ah lihat monyet orang aku lihat monyet karang.” Sambil memandang toni...
“ah sayang ini masak ganteng gini di bilang monyet, gmana kalo ke puncak....”
“ia deh boleh juga to... tapi ampe sore aja ya...”
“Ok ayouk cabut”
Merekapun langsung berangkat dngan sepea motor yang di bawanya saat di perjalanaan intan berboncengan sambil memeluk mesra tubuh toni..
Setelah berada di punak mereka un langsung foto-foto, sembari melihat pemandangan dan menikmati udara yang begitu segarnya, nampak seatu kebahagiaan yang begitu besar ari keduanya hari berganti, saat itu waktu menujukan jam 11 dan mereka pun singgah ke dagang bakso kaki lima untuk membeli makan.. sembari memakan bakso toni pun berkata
“wah hari yang bahagia ya... tang ingin aku melewatkanya...’’
“ya sayang kapan-kapan main ke sini lagi ya...”
“ia sayang kalo ada waktu ya...... apa bisa ya kita berdua kemari lagi”
“harus bisa dong.... bisa..bisa....”
“ha....haa.... tan kamu lucu sekali... ya q usahakan deh...”
“hah? Usahakan emang kamu mau kemana?”
“emmmm gak memana-mana sih... ya makasi aja ya sayang buat hari ini”...
“kok makasi-makasi aja dari tadi omongnya?”
“pengen aja je bilang gitu sama kamu, bakso kmu udah habis.. ayo kita jalan2 ke tempat lain sayang...”
“ayok, eh bayar dulu baksonya.....!”
“ia sayang ku yang cerewet...........” sambil memegang pipi intan
Intan dan toni pun langsung pergi dari tempat dangang bakso itu dan menuju ke tempat lain untuk menikmati panorama pegunungan.. setelah perjalanan dia melihat lokasi yang bagus untuk bersantai tepat di lereng tebing yang bisa melihat pemandangan di bawahnya, lokasinya pun tak jauh dari jalan raya hanya 5 meter, mereka pun memutuskan bersantai disana sambi berteduh di pohon yang besar. Sembari duduk santai intan pun berkata
“sayang bagus baget ya pemandanganya .. tumben aku jalan2 kemari....”
“ia kalo aku bisa ya.....ngajak jalan-jalan kamu nanti”
“aduh.... pasti bisa lah..... , eh sayang lihat tu air sungai di bawah deras banget ya dalam lagi....”
“ia ya.. karena ini panoramanya  indah... “
“Ngomong-ngomong berapa ya dalamya ton...?”
“palingan 50 meter”
“oh... eh sayang....sayang..... lihat tuh dibawah ada bunga bagus......” intan sambil menunjuk bunga yang tumbuh di tengah tebing itu
“ mana kok aku gak lihat ya sanyang.....?”
“itu lo yang warna putih itu.... yang bunganya tumbuh dua yang lagi mekar itu....”
“oh ya baru aku lihat.... ya bagus banget, kamu suka bunga itu?.”
“suka sih, tuben aku lihatnya....bunga liar.. tapi sayangnya jauh dan berbahaya banget buat nyarina ”
“ya aku cariin ya....”
“aduh jangan sayang bahaya banget nyarinya...”
“ya gak apa-apa”
“jangan deh sayang mending cari yang lain aja atau beli di toko bunga....’’
“ santai aja sayang ini bukti cinta aku pada mu, bunganya kan ada dua buat sayang satu dan buat aku satu. Ok?”
“hati-hati ya sayang......”
Toni pun turun perlahan-lahan sambil berpegangan... dengan perlahan namun pasti toni pun berusaha menggapai bunga itu, karena sudak tak memungkinkan mendekan, toni pun menggapai-gapai bunga itu, toni pun tak menyerah dan bertekat untuk mendapatkan bunga itu buat orang yang di cintainya, akhirnya toni berhasil menggapai ke dua bunga tersebut tapi naas kaki toni terpeleset dan terjaduh ke sungai dan hanyud, tapi ke dua bunga itu masih di pegang erat sama toni. Spontan intan yang menunggu di atas langsung berteriak dan menangis..
“tolong......tolong........ dimana kamu toni.. sayang..... sayang......?” sambil menangis
Tak lama berselang pengendara  yang lewat seorang bapak menghapirinya dan bertanya
“kenapa dik? Ada yang bisa bapak bantu”
“ pacar saya pak jatuh dari sini” sambil terbata-bata karena tangisanya..
“apa jatuh? Kapan jatuhnya?
“baru saja pak........”
“ya bapak cari bantuan dulu”
Warga sekitarpun membantu pencarian setelah 3 jam pencarian toni pun gak bisa di temukan, kareana sudah sore akhirnya warga pun berhenti melakukan pencarian. Tapi intan pun bersikeras menunggunya, walaupun sudah ada warga yang membujuknya..
“dek ayo pulang bapak antar ya..”
“gak mau pak saya mau menunggu toni...” sambil menagis
“jangan gitu dek hari udah sore bentar lagi malam. Besok polisi akan mencarinya...” membujuk intan aggar mau pulang
“ya pak bentar lagi aku mau nunggu toni...”
“ ya kalo gitu, itu di sana ruah bapak, kalo ada apa2 kesana aja.......”
“ya pak,makasi................................”
Waktu mnunjuksn jsm 6 sore tapi intan tetap menunggu toni, tak lama berselang intan melihat seorang pemuda berjalan di jalan raya dan menghampirinya, intan kayaknya mengenak pemuda itu semakin dekat wajah pemuda itu semakn jelas, ternyata pemuda itu adalah toni dengan membawa satu bunga yang di petiknya itu tadi, sontak intan pun kaget dan berlari memeluk toni...
“sayang kamu gak apa2” sambil menangis tersedu2
“ya sayang aku baik saja ada orang baik hati mengijinkanku menemui kamu untuk memberi bunga ini ’’langsung toni memberikan bunga itu
Ke ganjilan pun mulai dirasakan intan “apa sayang”
“gak apa?
 “sayang aku kuatir banget tadi, kok tubuh kamu dingin sekali tadi kan kecebur di singai kok gak basah? ”
“ia tadi kan kecebur makanya dinggin, oh tadi ada orang yang nolongin sayang.. disan akungeringin baju’’
“Kalo gitu ayo kita pulang bentarlagi malam sayang”
“ya sayang tapi sayang ya yang bawa motor ku, aku gak enak badan nih akibat kecebur tadi, mana bunganya tak taruh di tas kamu aja dulu biar gak rusak”
Dengan ragu2 intan pun berkata” ii a ia sayang aku yang bawa motornya”
Akhirnya bereka pun pulang dengan intan yang membawa motornya sesampainya di rumah tepat jam 7.30 malam mereka pun berhenti di depan rumah intan. Toni pun berkata
“sayang motorku di sini aja taruh dulu aku mau jalan ke rumah temen si indra rumahnya deket kok di seni’’
Dengan merasa binggung intan pun berkata “lho kok sayang gak bawa motornya, terus sayang naik apa?”
“ya deket kok jalan kaki aja, aq mau nginep di rumahnya indra, inget ya bawa  masuk motorku ” toni langsung mencium kening intan langsung berjalan pergi menjauh
Intan pun membawa motornya toni masuk ke rumah dan bergegas masuk ke kamar. Di kamar lalu ia membuka tas yang berisi bunga yang di petik tadi itu, dan menaruhna di pas bunga yang berada di kamarnya.
Ke esokan harinya intan menelfon2  toni untuk mengambil motornya,tapi hp toni gak aktif-aktif.
Terus dia menghubungi toni, hari ke 2 tetap intan menghubungi toni tetap juga gak ada jawaban.
Akhirnya ia menghubungi indra dan menanyakan toni, indra pun gak tau dan mengatakan toni gak pernah menginap di sana. Intan pun kaget dan penasaran kemana toni. Intan pun bingung tentang keberadaan toni. Hari ke tiga ia memberanikan menghubungi keluarganya disitulah intan kaget bahwa membilang toni berada di rumah sakit, intanpun bergegas ke rumah sakit yang di bilang sama keluarganya, setelah berada dirumah sakit lalu ia bertemu keluarganya. Melihat keluarganya menangis intanpun binggung
‘om .tante dimana toni?”
Bapakna tomi berkata “dik toni udah gak ada kemarin penambak ikan menemukan jdasatnya toni di sungai di gunung’’
Sambil terbata2 merasa tidak percaya intan mengatakan” tapi tapi om 3 hari yang lalu toni kerumah dan ia memberikan bunga dan mengantar aku kerumah om”
Intan pun binggung dan menangis siapa apa benar itu toni, intanpun berlari mencari djasatnya toni disana ada suster yang menjaga. Intanpun bertanya” sus dimana toni sambil mengais?”
“sabar ya dik.... umur tuhan yang nentukan “
“knapa ini harus terjadi’’ sambil melihat tubuh toni yang kaku
Suster itupu berkata” deik waktu itu warga menemukan tubuhnya toni di sungai dia hayud tap warga memberikan pertolongan tapi tetap saja tidak membantu keselamatan toni., oya dik menurut penuturan warga  saat hanyud toni memegang  bunga warna putih entah bunga itu kemana sekarang”
Intan pun teringat ke bunga itu saat toni mengambil bunga itu bunganya ada dua, ia berusaha untuk mendapatkan bunga itu dan memberian ke intan, ternyata toni emang benar memberikan bunga itu sampai ke tangan intan,  intan pun bergegas pulang ke rumah untuk melihat bunga itu, bunga itu masih ada dan tidak layu...  setelah berbulan2 dan bertahun2 bunga itu tak pernah layu.





0 komentar:

Posting Komentar