Pages

Banner 468 x 60px

 

Selasa, 15 Mei 2012

Kemiringan Lahan ( Land Slope)

0 komentar

Kartasapoetra (2005). Menjelaskan Kemiringan lahan merupakan faktor yang sangat perlu untuk di perhatikan sejak dari penyiapan lahan pertanian, usaha penanamanya, pengambilan produk-produk serta pengawetan lahan tersebut. Karena lahan memiliki kemiringan lereng itu dapat dikatakan akan lebih mudah terganggu atau rusak. Kebih-lebih kalau derajat kemiringaannya besar tanah yang memiliki kemiringan rentan terhadap pengaruh hujan. Akibat pengaruh hujan-hujan tersebuttanah mudah mengalami kelongsoran
dan hanyudnya lapisan tanah yang subur ( humus). Kartasapoerta (2006 : 37)  di jelasakan mengenai tipe kemiringan lereng yang dipengaruhi oleh kondisi iklim terutama hujan sebagai berikut:
1.         Kemiringan Lahan 0-10%
Tanah pada kemiringan lereng ini memiliki memiliki kedangkalan tanah serta gejala-gejala erosi dan lapisan top soilnya pernah mengalami pengikisan dan hanyut, diperlukan tindakan-tindakan praktis  berupa perlindungan terhadap kelembaban tanah agar produktipitaas tanah itu dapat di pertahankan dalam jangka waktu yang panjang. Tindakan-tindakanpraktis ini berupa perlindungan kelembaban tanah, dan mengusahakan pada musim hujan tanah tidak terhanyud oleh air, pengolahan tanah menurut kontur,   menggunakan sisa-sisa tanaman (pemberian mulsa) dan penambahan pupuk kandang.
2.         Kemiringan Lahan 10-25%
Pada kemiringan lereng ini sudah dapat dikatakan curam lapisan top soil sangan rentan terjadinya pengikisan akibat laju limpasan semakin besar, perlunya di adakan tindakan-tindakan seperti membuat terassering, membenamkan pupuk hijau, pupuk organis atau pun pupuk buatan ke dalam tanah, membuat larikan dimana tanaman itu akan di tanam dan mengusahakan agar drainasenya dapat berjalan sebaik mungkin.
3.         Kemiringan Lahan 25-35 %
Tanah pada kemiringan ini jika tidak terdapat vegetasi permukaaan tanah mengalami erosi hebat, rendah kandungan kelembabanya serta di pengaruhi oleh angin kencang, tetapi pada kemiringan lereng ini masih bisa ditanami tanaman produksi pertanian dengan batasan-batasan tertentu misalnya, tanaman yang tumbuhnya rapat, tanaman tahunan dan rumput-rumputan.
4.         Kemiringan Lahan lebih dari 40%
Pada kemiringan seperti ini tidak dianjurkan sebagai lahan pertanian melainkan sebagai wilayah hutan dngan di tanami pohon-pohon keras, rumput-rumputan dan semak belukar semuanya tetap dibiarkan subur  dengan hal ini erosi dari atas dapat di perkecil.

0 komentar:

Posting Komentar