Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 10 Maret 2012

Fisiografis Desa Belancan Kintamani

0 komentar

Secara astronomis Kintamani terletak pada 80 8’ 32” LS  - 80 20’ 08” LS dan 1150 13’ 48” BT – 1150 27’ 24” BT, dan memiliki luas 366,92 km2  atau 36.692Ha (monografi kecamatan kintamani). Kecamatan Kintamani merupakan salah satu wilayah dataran tinggi yang dimanfaatkan untuk aktifitas pertanian, pariwisata, perdagangan dan sebagainya..  
Kecamatan ini terdiri dari 48 desa. Secara umum keadaan tofografi kintamani berfariasi yaitu bergelombang, berbukit-bukit dengan tebing-tebing serta berupa lereng-lereng yang curam dan sebagian besar daerahnya miring.  Penggunaan lahan yang paling banyak adalah untuk wilayah pertanian lahan kering dengan jumlah 12.320,52 HA  atau 35,77% untuk perkebunan dan 6.142,12 HA atau 17,83% untuk tegalan dari luas  Kintamani (Bapeda Bangli 2010). Kegiatan pertanian yang ada di Kintamani sebagian memanfaatkan lahan-lahan miring atau bahkan lahan yang memiliki kemiringan lereng yang terjal.

Desa Belancan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kintamani. Desa Belancan berbatasan dengan 5 desa lainnya diantaranya bagian selatan Desa Mangguh , di bagian barat Bayung Cerik dan Manikliu ,bagian utara Desa Kintamani dan bagian timur yaitu Desa Bayung Gede. Desa Belancan terdiri dari 2 banjar dinas yaitu banjar Belancan dan banjar Bukih . Luas Desa Belancan mencapai 788,459 ha atau 7,885 km2 dengan bentuk memanjang ke selatan. Desa ini berada pada ketinggian 1000-1200 m dari permukaan laut (dpl) dan berada pada kemiringan lereng 20-40%. Masyarakat Desa Belancan sebagian besar penduduknya merupakan petani. Hal ini terlihat dari jumlah keluarga di Desa Belancan berjumlah 451 kepala keluarga (kk), 426 kk memiliki lahan pertanian dan 25 kk tidak memiliki lahan pertanian atau sebagai petani penggarap. (data potensi desa belancan 2011). Para petani di Desa Belancan melakukan pertanian campuran yang umumnya menanam  jeruk, kopi, cabae, kacang-kacangan, ketela, pisang dan ubi jalar sebagai tanaman hasil utamanya dan hasil ikutanya rumput gajah .

Walaupun rumput gajah sebagai hasil ikutan atau bukan tanaman utama tetapi menurut data potensi desa belancan tahun 2011 luas luas tanaman pakan ternak rumput gajah ini mencapai 288 Ha. Penanaman rumput gajah ini di lakukan dengan pananaman sela yaitu  ditanam  di sela-sela tanaman utama atau ataupun di pemetang lahan digumakan sebagai pundukan dan penanaman monokultur biasanya ditanam di lahan yang kurang produktif ataupun di tanah yang memiliki kemerengan cukup tinggi agar mampu menunjang sektor peternakan ataupun sebagai upaya konservasi lahan.

Sektor peternakan di Desa Belancan  sebagian besar  merupakan peternak sapi yang dijadikan sebagai usaha sambilan ataupun usaha utamanya. Di Desa Belancan  sudah mulai ada kelompok tani ternak Apti Sari sebagai usaha keseriusan di dalam usaha peternakan . di Desa Belancan terdapatnya 1998 ekor populasi sapi ( data Potensi Desa Blancan 2011).  Dengan jumlah petani 451 kk sehingga dapat di rata-ratakan bahwa setiap kepala keluarga memiliki 4 ekor sapi. Jika dihubungkan dengan luas wilayah desa dengan luas 788,45 Ha setiap 1 Ha terdapat terdapat 3 ekor sapi.

Melihat fisiografis Desa Belancan yang begelombang dan berada pada kemiringan 20-40% yang merupakan lahan pertanian kering maka sangat diperlukannya suatu usaha konservasi lahan pertanian. Didalam Usaha konservasi yang dilakukan harus efisien dan efektif dari segi waktu dan biaya. Selain itu didalam konservasi vegetatif yang dilakukan vegetasi yang digunakan  dapat bermanfaat bagi ketersediaan pakan perternakan sapi dari kwalitas, kuantutas dan kontinitasnya sehingga mampu meningkatkan pendapatan peternak sapi.

0 komentar:

Posting Komentar